Sumedang — Babinsa Kelurahan Situ, Sertu Asep Tresno, melaksanakan pengamanan dan membantu proses evakuasi penemuan jenazah yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di Pondok Pesantren (Pontren) Darussalam, Jalan Serma Muhtar Nomor 50, Lingkungan Panyingkiran RT 04 RW 05, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.
Setelah menerima informasi terkait penemuan jenazah, Babinsa bersama unsur terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, mengamankan area sekitar tempat kejadian, serta membantu proses evakuasi jenazah. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif dan memberikan ruang kepada petugas untuk melaksanakan penanganan sesuai prosedur.
Lurah Situ menyampaikan bahwa pihak kelurahan bersama unsur kewilayahan bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.
“Kami bersama Babinsa dan unsur terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kejadian kepada petugas yang berwenang, ” ujar Lurah Situ.
Danramil 1001/Sumedang Utara, Kapten Cba Toni Setia Bintara, mengatakan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas kewilayahan, termasuk membantu pengamanan setiap kejadian yang membutuhkan penanganan bersama.
“Babinsa harus selalu siap berada di tengah masyarakat dan membantu setiap kejadian di wilayah binaannya. Dalam kejadian ini, Babinsa melaksanakan pengamanan lokasi dan membantu proses evakuasi bersama unsur terkait agar situasi tetap aman dan kondusif, ” kata Kapten Cba Toni Setia Bintara.
Sementara itu, Komandan Kodim 0610/Sumedang, Letkol Arh. Kusuma Ardianto, SIP., M.Han., menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam menangani setiap kejadian di wilayah.
“Kami mengapresiasi kesiapsiagaan anggota di lapangan dalam merespons setiap kejadian di wilayah. Sinergi dan koordinasi yang baik dengan seluruh unsur terkait harus terus dijaga, sehingga setiap permasalahan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, ” ungkap Letkol Arh. Kusuma Ardianto.
Kegiatan pengamanan dan evakuasi berlangsung dengan tetap memperhatikan situasi keamanan di sekitar lokasi. Selanjutnya, penanganan jenazah diserahkan kepada pihak dan petugas yang berwenang untuk proses lebih lanjut.
Kehadiran Babinsa dalam kejadian tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab aparat kewilayahan dalam memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan cepat di wilayah binaannya.

Hendra komara